Seorang pemimpin yang bengis dan pernah mengaku Tuhan itu diberi gelar Firaun atau Ramses II. Mengejar nabi Musa bukan karena punya utang, tetapi merasa Musa telah mempermalukan Firaun di hadapan rakyatnya. Maka, si Ramses itu geram dan mengejar musa sampai ke laut merah.
Karena Nabi Musa A.S diberikan mukjizat oleh Allah S.W.T, dengan cara menepukkan tongkat, maka laut merah pun terbelah. Hingga kaum Yahudi itu bisa melewati bawah laut dengan berlarian menuju ke tanah yang dijanjikan.
Tapi nahas menimpa Firaun dan pasukannya, mereka ikut mengejar kaum Yahudi, sementara laut yang terbelah itu tiba-tiba mencair kembali. Semua pasukan beserta Firaun sendiri tenggelam di laut merah. Setidaknya kisah ini yang sering diceritakan ayahku waktu kecil.
Saat ayahku berdongeng, aku sering menyela ceritanya dengan polos. "Ayah, kenapa sihir Firaun ketika tongkatnya menjadi ular tidak dikendalikan sama pawang dari India?" Ayahku tertawa, tanpa menjawab pertanyaanku ia terus melanjutkan dongengnya. Selain itu aku juga bertanya, "Ayah, kenapa Firaun bisa tenggelam? Apa karena dia tidak bisa berenang?" Ayahku terus tertawa.
Karena Nabi Musa A.S diberikan mukjizat oleh Allah S.W.T, dengan cara menepukkan tongkat, maka laut merah pun terbelah. Hingga kaum Yahudi itu bisa melewati bawah laut dengan berlarian menuju ke tanah yang dijanjikan.
Tapi nahas menimpa Firaun dan pasukannya, mereka ikut mengejar kaum Yahudi, sementara laut yang terbelah itu tiba-tiba mencair kembali. Semua pasukan beserta Firaun sendiri tenggelam di laut merah. Setidaknya kisah ini yang sering diceritakan ayahku waktu kecil.
Saat ayahku berdongeng, aku sering menyela ceritanya dengan polos. "Ayah, kenapa sihir Firaun ketika tongkatnya menjadi ular tidak dikendalikan sama pawang dari India?" Ayahku tertawa, tanpa menjawab pertanyaanku ia terus melanjutkan dongengnya. Selain itu aku juga bertanya, "Ayah, kenapa Firaun bisa tenggelam? Apa karena dia tidak bisa berenang?" Ayahku terus tertawa.
Kenangan itu sering aku ingat dengan pikiran-pikiran yang melayang ke masa kecilku, mungkin karena aku rindu dengan ayahku dan juga ibuku. Oh iya, sebengis-bengisnya Firaun sampai mengaku Tuhan, aku meyakini bahwa Firaun itu penyayang, penyayang terhadap ayah dan ibunya. Mungkin.
Sebagai tuyul, aku selalu merasa kasian sama Firaun. Setiap orang yang mengaku Tuhan, selalu dikaitkan dengan Firaun. Bayangkan, bagaimana perasaanmu saat kau menjadi Firaun, tanpa melakukan kesalahan pun, kamu sering dikaitkan dengan dosa-dosa manusia. Nasib Firaun memang terkenal, bahkan Atta Halilintar pun kalah. Firaun bilang " Aku sangat terkenal di Al-Qur`an"
Jika ingin cerita lainnya, silakan komentar ya. Terima kasih sudah berkunjung.
Sebagai tuyul, aku selalu merasa kasian sama Firaun. Setiap orang yang mengaku Tuhan, selalu dikaitkan dengan Firaun. Bayangkan, bagaimana perasaanmu saat kau menjadi Firaun, tanpa melakukan kesalahan pun, kamu sering dikaitkan dengan dosa-dosa manusia. Nasib Firaun memang terkenal, bahkan Atta Halilintar pun kalah. Firaun bilang " Aku sangat terkenal di Al-Qur`an"
Jika ingin cerita lainnya, silakan komentar ya. Terima kasih sudah berkunjung.

Kerenn
BalasHapusMakasih sudah berkunjung kemari, yang rajin ya. :D
Hapussetelah sekian lama tidak blog walking ....
BalasHapusSemoga tidak bermanfaat, sebarkan ya. :D
Hapus