Sebagai tuyul, aku merasa tidak ada kewajiban untuk puasa. Kebanyakan dari kawan-kawanku di kerangkeng dalam penjara, katanya sih Tuhan membelenggu kami sesuai janji-Nya. Karena hukuman itu, berimbas pada pendapatan kami sebagai tuyul, belum lagi Pandemi Covid-19 sedang mewabah, ditambah majikan kami menghukum tidak ngasih THR dan susu. Ramadhan tahun ini sangat menyebalkan.
Aku mempunyai teman sesama tuyul, namanya Ekekok. Dia tuyul yang masih imut dan polos. Terkadang suka aku jailin dan menjadi bahan bully. Di dunia kami, dunia pertuyulan, bully itu sebagian dari ibadah. Kalo tidak membully teman, maka akan menjadi dosa. Memang aneh!
Ekekok sebagai tuyul mempunyai kemampuan untuk merubah tubuhnya menjadi apapun, semisal jadi burung, mobil atau bisa menjadi manusia. Kami sebagai tuyul diberikan kemampuan lebih untuk merubah wujud kami. Sama halnya dengan Bunglon, bisa merubah warna tubuh menyesuaikan tempatnya.
Hari ini kami sedang ingin berubah wujud menjadi manusia. Aku dan Ekekok tidak dikasih susu oleh majikan. Kami memutuskan mengganti makanan kami dengan nasi Padang Sorry Bundo (Nasi Padang buatan Malin Kundang). Sebenarnya, kami menyukai banyak jenis makanan, apalagi makanan yang gratis.
Aku baru ingat, hari ini kan bulan Ramadhan. Banyak manusia yang puasa, banyak juga yang tidak. Kami memutuskan untuk mengganti wujud kami menjadi manusia. Aku sepakat dengan ide si Ekekok, "Kita pakai baju serba putih plus dengan peci, biar kita disangka FPI". Aku mulai tersenyum.
Sekitar jam 12 siang, kami naik motor menuju sebuah rumah makan Padanf di jalan Sukarno-Hatta. Setelah kami turun, ternyata di sana banyak kendaraan, "pasti banyak manusia yang gak puasa" kata si Ekekok. Kami pun langsung masuk ke Warung Padang itu.
Anehnya, pas kami masuk ke warung, orang-orang yang sedang makan langsung diam. Mereka sangat takut dengan kami. Ada yang pura-pura ke WC. Ada yang berhenti makan langsung kabur tanpa membayar. Ada juga yang menatap kami dengan sinis. Mungkin, mereka pikir kami adalah FPI yang mau membubarkan warung makan.
Melihat keadaan tersebut, Ekekok langsung berkata dengan lantang "Uda, nasi Ayamnya dibungkus dua". Seketika orang disana langsung tertawa.
Itulah cerita pertamaku dengan si Ekekok. Nantikan cerita lainnya.

Buat tentang Fir'aun min..
BalasHapusitu sudah, ada di postingan terbaru. Tetap rock and roll ya
HapusTuyul bajingan 😂🖕
BalasHapusHahaha. Kamu jangan lupa berkedip ya
Hapus